Wednesday, December 30, 2009


"Mungkin kamu membenci sesuatu padahal itulah yang baik bagimu,dan mungkin kamu suka pada sesuatu padahal bahaya bagimu,dan Allah yang mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."(Surah Al-Baqarah:216)


"Manusia biasanya lebih menghargai sesuatu yang sukar diperoleh tetapi sering melupakan nikmat yang telah tersedia."

Tuesday, December 29, 2009

Husnul Khatimah atau Su'ul Khatimah

Kematian.................
setiap orang pasti akan menghadapinya pada waktu yang telah ditetapkan oleh Allah S.W.T.
sesungguhnya,"kematian itu tidak akan dipercepat atau ditunda walaupun satu ketika kecuali dengan izin Allah ".
Sesungguhnya,kematian sudah cukup untuk menjadi satu tarbiyyah ataupun pengajaran buat kita semua...di mana apabila kita hendak melakukan maksiat/kejahatan dan coincidently,kita ingat pada kematian,maka kita akan berfikir dua kali.
Sesungguhnya kematian terbahagi kepada dua"kematian yg baik(husnul khatimah) dan kematian yg buruk(su'ul khatimah).
Orang yang paling bijak ialah orang sentiasa mengingati mati.

Pada zaman dahulu,terdapat seorang lelaki bernama Amru Al'As.Beliau selalu menziarahi orang yang nazak.Beliau sering melihat orang menderita apabila menghadapi saat kematian , tetapi beliau berasa pelik mengapa orang yang menghadapi sakratul'maut tidak menceritakan apa yang dirasainya.Beliau sering mengemukakan soalan itu kepada anaknya,Abdullah bin Amru.
Setelah beberapa tahun, maka Amru jatuh sakit dan menghampiri saat kematiannya
Maka apabila Abdullah melihat ayahnya dalam keadaan menderita,maka beliau mengemukakan soalan kepada ayahnya"Ayah,waktu saat kematian orang lain,ayah sering tanya kenapa orang yang menghadapi kematian itu tidak memberitahu bagaimana penderitaan yang ditanggungnya.Sekarang ayah sendiri menghadapinya,bolehkah ayah menjelaskan bagaimana penderitaannya"
Maka dengan izin Allah S.W.T,maka Amru dapat menjelaskan penderitaan yang dialaminya.
-amat perit seolah-olah terdapat banyak duri di dalam badan yang sering mencucuk pada urat saraf untuk memutuskannya
-terasa sangat berat seolah-olah Allah memikulkan Bukit Rad'wa(bukit yang paling besar di Tanah Arab) di atas bahu
-rasa seperti langit nak runtuh

Maka melalui kisah ,kita dapat sedikit gambaran bagaimana kondisinya hadapi saat kematian.
Apabila seseorang itu hadapi saat kematian Husnul Khatimah,maka Allah akan menghantar Malaikat Solso'i yang menjadi sebagai penghibur dan malaikat tersebut membawa 2 perkataan dari Allah S.W.T
-Jangan kau takut
-Jangan kau bimbang terhadap apa yang kau tinggalkan

Bagi Su'ul Khatimah pula, seseorang yang menghadapinya akan didatangi oleh Malaikat Ruqai yang membawa alat daripada neraka dengan rupa yang mengerikan

Oleh itu rakan sekalian ,sesungguhnya apa yang dikejar dan diperoleh di dunia terutama harta dan pangkat semuanya akan ditinggalkan kecuali amalan pahala dan balasan dosa yang akan mengiringi kita sehingga ke hari hisab dan pengadilan.Justeru ,marilah kita sama-sama memupuk semangat untuk melaksanakan ibadah sebelum tiba saat kiamat kecil(saat kematian)


Dari Anas r.a berkata,

1. Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu
digunakan oleh orang untuk beramal ibadat.

2. Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum
daripadanya

3. Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang
mambacanya.

4. Orang yang menggali perigi ,selagi ada orang yang menggunakannya

5. Sesiapa yang menanam tanaman selagi ada yang memakannya tidak kira
manusia atau haiwan

6. Mereka yang mengajar ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang
yang mempelajarinya. Yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Quran maka orang yang mengajarnya akan amendapat pahala selagi anak itu mengamalkannya

7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan
kedua orang tuanya dan beristigfar baginya. .

Abu Hurairah berkata Rasulullah s.a.w bersabda - "Apabila mati seorang anak
Adam itu maka terhentilah amalnya kecuali 3 perkara:-

1. Sedekah yang berjalan terus (sedekah amal jariah)

2. Ilmu yang berguna dan terus diamalkan

3. Anak yang soleh yang mendoakan baginya

Monday, December 28, 2009

Burning Desire

Again, this is a very important key that is going to help you open the door to your success. Without this key, it is almost impossible for you to achieve success. In this world, who doesn’t want to be rich, who doesn’t want to be successful? Everyone wants success. If you meet a beggar, just ask him whether if he wants to be successful. I bet, he’ll say yes. But then he will always remain as a beggar, why? Because he doesn’t have the burning desire to be successful!Keys to Success - Have a Burning Desire

So what exactly does this burning desire mean? Burning desire is not the same as what you wish. Burning desire is not the same as what you want. Burning desire is something that it is a MUST for you. You cannot live without it. Just imagine, if you’re in a desert now, it’s so hot and you’re almost going to die because of thirsty. Suddenly you saw someone come by and he is holding a bottle of water. You straight away walk to him and ask for water. Now, what if that person doesn’t want to give you his water? You will kill him if he is not giving you the water. So this is the burning desire, it is a must for you.

Still not clear enough? Ok, let me give you another example. Assume that you don’t know how to swim. You go to a swimming pool and suddenly you fall into the pool. The pool is so deep and you will drown. The moment you are drowning, will you think like this? “Oh, I don’t know how to swim. If only I know to swim then I won’t be dead”. Honestly, what will you do? Struggle! Why? Because you want to live. It has become a burning desire for you to stay alive.

Many people want to be a Millionaire, but most of them won’t achieve it because it is not a must for them. If something is a must for you, you will do whatever it takes to get it. This is the burning desire that you need if you want to succeed in your life. Success never comes automatically; you will need to spend a lot of time and effort on it.

Here is a great story that I would like to share with you. Long ago, there is a King, and he wants to conquer an island. Therefore, the King orders a General to handle this mission. The King only gives the General 100 soldiers. And the enemy has got 1,000 soldiers guarding that island. So how is this general going to win this war? They are outnumbered.

What the General did was that he burned all the ships that carry his men to the island. Now, there is no way back, it is either kill or been killed. The General leaves his men no choice but to win the war. In the end, they did win the war. And the moral of the story? If you want something so badly, you will eventually achieve it. Hence, set your goals to become a must for you, a burning desire.

If your goals are not a must for you, the moment you face problems and feel frustrated, you will give up fast. However, if your goals are must for you, then you will do whatever it takes to achieve it. You will get up fast the time you feel frustrated. Thus you can see now how important a burning desire is.

Don’t worries if you don’t know how to make your goals come true, just set your goal. There is a saying, “When there is a will, there is a way”. So just set your goals and your burning desire will come up with some ways to achieve them. Many people give excuses like they say that they don’t know how to achieve what they want. Such as if their goal is to create an extra stream of income online, they will give excuses like they don’t know how to create a website. Is this true? Not really actually, if you have a strong burning desire, you will automatically look for ways on how to create a website.

So stop giving these kinds of lousy excuses anymore. You know that you can achieve anything if you want to, nothing is impossible for you. 50 years ago, stepping on the moon is a myth; even hand phone is also a myth. Nobody is going to believe that you can connect with people using a small device called hand phone 50 years ago. But look, hand phone has become so common now, almost everyone owns it. All thanks to those who have the burning desire to make all these come true.

It is the reason that you want something so badly that develops your burning desire. And it is your burning desire that drives you into taking action to make your dreams and goals come true in your life.

The conclusion, make your dreams and goals a MUST for you. If you do this, I can GUARANTEE that you can achieve them. Nothing is impossible.

Never give up


This is a very crucial key for you if you want to succeed. No matter in your career or in your life, success will never come automatically. You must never give up if you desire for success. If you insist, keep on your hard work, in the end, the wealth will be yours, prosperity will be yours. You must know that this is the spirit that you need to succeed in your life. Keys to Success - Never Give Up

Allow me to give you an example here. If you took a hammer, and hit the wall inside a house. What will happen? Nothing will happen, what you will get is just a loud “bang!” But what if you keep on hitting and hitting the very same wall? You will get a huge hole in the end; you can even make the whole house collapse with just a hammer. Therefore you see, many things which seem like impossible to happen. But if we keep on working on it without giving up, you will find that we can actually create something impossible.

Look around you; do you have any friends who are very rich and successful? Let me tells you, if you have this kind of friend, they must be very hard working. And you know what, they’ve been hard working for many years, maybe they’ve been very hard working for 10 or 20 years. However, if you are very lazy, the whole story will be different. If you are lazy for just one day, it is OK.

But if you keep on your laziness for 2 days, 3 days, 1 week, 1 month, 1 year, 5 years and so on. Your laziness will become a massive destructive force which tends to destroy your life. If you see someone who lives a frustrated live, poor, this is maybe he or she is lazy. But let me remind you, this person is not only lazy for a few days, maybe he or she had been lazy for 10 or 20 years.

Every successful people out there face a lot of ups and downs in their route to success. But they insist and keep moving on. They turn the destructive force into energy and inspire them to keep moving on. Like what I mentioned just now, success will never come automatically. You will need to face many problems and challenges before you reach your target. Just like climbing a mountain, you will need to cross all the obstacles and climb all the way before you can eventually reach the top.

Actually I’m very impressed with those who had created amazing results in their life. A lot of people who pursue for success give up in the end. And they waste a lot of their precious time the moment they give up. Why did I say so? Let me gives you a metaphor.

Imagine that there is a stone in front of you. You keep on hitting it until it breaks. If the stone breaks after you hit it for the 99 times, do you think that it is the 99th times that make the stone breaks? Absolutely not! The 1st to the 98th times do contribute to break that stone. Well, this is what happens in real life. Many people hit the stone until half way, say 50th times and they found that the stone is not breaking, they give up and stop hitting it. What they do then is that they search for other stone and hit it again. They keep on hitting and hitting, again, the stone never break and they give up again. So you see, they’ve wasted the time and energy of hitting the first 50th times and get no result.

A quitter will never win and a winner will never quit. Look at Thomas Edison, how many times did he fail? Some people say that he failed more than 10,000 times before he invented the light bulb. If he gives up, his name will never be known today. The thing here is that, he fails 10,000 times just to find out how light can be emitted. If he never fails before, it is impossible for him to know which material works and which doesn’t. The same goes to you, the reason for you to fail is to find out how to become more successful.

Well, don’t worry if you fail, because nobody will remember about your failures after you succeed. Don’t believe in me? Look back at Thomas Edison, what will you think about him the moment you heard his name? I’m sure that you will think of that he is a great man; he is a very successful person who invented the light bulb. So you see, you are not going to think about his failure, like he had failed 10,000 times.

The same goes to Donald Trump, the moment you hear his name, the first thing comes into your mind is that he is a real estate billionaire; he made his fortune with properties. You are not going to think that he is someone who once bankrupted and owed millions of dollars. Actually, Donald Trump’s failure even becomes the inspiration story for many people. This is the same as Thomas Edison, his 10,000 times failures become the motivation for many people.

Every successful people were once a failing person, but they did not give up and they know exactly that if they continued, they will achieve success, and they did. Therefore, it does not matter if you fail today, people will not remember about your failure after you have succeeded. I hope that you can understand what I’m trying to say here. Always remember, if you want success, then there will be no giving up in your dictionary. There is no failure in this world; people fail only because they give up. So keep this key in your pocket today and use it to unlock the door to your success.

A clear goal in life


Another important key that you will need if you want to succeed in your life. You must have a clear goal in your life. If you’ve read until now, maybe you will think that this key is more important than other keys. But like I said, the order of which key comes first is not important. All these 12 Keys to Success are equally important; you will need them if you want to succeed in your life.Keys to Success - You Must Have a Clear Goal

I know that many of you already knew about this key, you always heard successful people saying that you must a goal; you must set your goal, etc. Yes, indeed, without a goal, you cannot achieve anything. Now, if you’re reading this article, means that you’ve the interest to succeed in your life. The main reason you are here reading this article and read until this point is because you have the thought of wanting to be successful in your life. Therefore you see, everything happens for a reason, if you don’t have the thought or the goal, you will not do all these things, you won’t be reading this article by now. Only if you have a clear goal, your goals will lead you and tell you what to do.

Well, the goals you set must be clear. Let me gives you some examples here, of what a clear goal means. A clear goal is something that you can achieve, the more tangible, the better. If you have a goal like this “I want to be rich in two years”, it is not clear enough. Because you never state that how much is it that you want to make. For some people, rich means having $1 million, and for some people, having $10k is considered rich. So you must set clear goals for yourself, the clearer the goal you have, the easier it can be achieved.

When we are small, our goals are crystal clear. Try to ask a child, what he wanted to be after he had grown up. Straight away, he will tell you “I want to be a doctor”; “I want to be an engineer”. But after we grew up, our goals became very blur. If you don’t believe this, you can try to ask your friend. And you will get something like “Well, it depends”, “I want to be successful”, “I want to live a happy life”. These are all the blurry goals you may get. The time we grew up, we’ve been exposing to the negative environment that changes our mindset.

Have you ever heard someone said that he wanted to go for vacation? But he ended up going nowhere. Why? Because his goal is not clear enough. If you said that you wanted to go for a vacation, you must know where is it that you wanted to go. If you wanted to go to Malaysia, did you know that Malaysia is big and where do you want to set foot? Your goal should be like this, “I wanted to go to Kuala Lumpur of Malaysia, I’m ready to spend $5,000 for this trip, I will stay there for 7 days and 6 night, etc”.

This is a clear goal. Even if you say that you want to buy a BMW, you must specific the model, the colour and other features. Only then it can be considered a clear goal, and can be achievable.

Did you know why successful people set clear goals? It is because they know that clear goals will lead them to the strategies that they use to achieve the things that they want. What I mean here is that, the goals you set are going to determine what kind of strategies you will use to achieve your goals.

If you set your goal as to make $10,000 a year in internet marketing, then the strategies that you can use are like you can get involve in affiliate marketing, online auctions etc. But if you set your goal as to make $10 million in a year, is this possible? Yes, this is possible! The strategies that you are going to use are completely different from making $10,000 a year. What you can be doing is that you can create a loyalty system and sell licensing, and you can also apply for IPO and list your company in the market. This will increase your capital and you can make $10 million in a year.

The process here is not the point; I know that these are not as easy as it sounds. The point I want to stress here is that the goals you set are going to determine what kind of strategies you are going to use. Hence, it is the goals that you set are going to determine how you should live your life.

This is what you should be doing as well, you should always write down your goals and plans. If you don’t write them down, they will remain as dreams. You must write down your goals often and write them in somewhere that you can always see. This will remind you that you still have goals to pursue, thus, they will focus and drive you into action.

Hence, you know the importance of having clear goals now. Keep this key together with you. When you are down, frustrated, take out this key again, and remind yourself about your goal. It will give you a lot of energy in your journey to succeed; you will need this key a lot.

Fadhilat Munajat Di Waktu Malam Mengikut Al-Quran & As-Sunnah









1. Menurut Al-Quran


Di antaranya ayat-ayat al Quran yang menganjurkan bangun di waktu malam dan beribadah iaitu:

* Pahala mereka tidak terhalang.


Firman Allah s.w.t. ertinya:

“Ahli-ahli Kitab itu tidaklah sama. Di antaranya ada golongan yang (telah memeluk Islam dan) tetap (berpegang kepada ugama Allah yang benar) mereka membaca ayat-ayat Allah (Al-Quran) pada waktu malam, semasa mereka sujud (mengerjakan sembahyang).

Mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji), dan mereka pula segera pada mengerjakan berbagai-bagai kebajikan. Mereka (yang demikian sifatnya), adalah dari orang-orang yang salih.

Dan apa sahaja kebajikan yang mereka kerjakan, maka mereka tidak sekali-kali akan diingkari (atau disekat dari mendapat pahalanya). Dan (ingatlah), Allah sentiasa mengetahui akan keadaan orang-orang yang bertaqwa.”

(Ali Imran: 113 – 115)

* Memperoleh kenikmatan di dalam syurga.


Firman Allah s.w.t. ertinya:

“Katakanlah (wahai Muhammad): “Mahukah supaya aku khabarkan kepada kamu akan yang lebih baik daripada semuanya itu? Iaitu bagi orang-orang yang bertaqwa disediakan di sisi Tuhan mereka beberapa Syurga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Disediakan juga pasangan-pasangan isteri-isteri yang suci bersih, serta (beroleh pula) keredhaan dari Allah”. Dan (ingatlah), Allah sentiasa Melihat akan hamba-hambaNya.

(Iaitu) orang-orang yang berdoa dengan berkata: “Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya kami telah beriman, oleh itu, ampunkanlah dosa-dosa kami dan peliharalah kami dari azab neraka”

(Dan juga) orang-orang yang sabar (dalam menjunjung perintah Allah), dan orang-orang yang benar (perkataan dan hatinya), dan orang-orang yang sentiasa taat (akan perintah Allah), dan orang-orang yang membelanjakan hartanya (pada jalan Allah), dan orang-orang yang beristighfar (memohon ampun) pada waktu sahur.”

(Ali Imran: 15 – 17)

* Allah mengangkat orang beribadah di waktu malam di tempat yang terpuji.

Firman Allah s.w.t. ertinya:

“Dirikanlah olehmu sembahyang ketika gelincir matahari hingga waktu gelap malam, dan (dirikanlah) sembahyang subuh sesungguhnya sembahyang subuh itu adalah disaksikan (keistimewaannya).

Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah “sembahyang tahajjud” padanya, sebagai sembahyang tambahan bagimu semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu – pada hari akhirat – ditempat yang terpuji.


(Al Isra: 78-79)

* Mempunyai sifat kemuliaan hati dan menghormati orang lain.

Allah s.w.t. berfirman ertinya:

“Dan hamba-hamba (Allah) Ar-Rahmaan (yang diredhaiNya), ialah mereka yang berjalan di bumi dengan sopan-santun, dan apabila orang-orang yang berkelakuan kurang adab, hadapkan kata-kata kepada mereka, mereka menjawab dengan perkataan yang selamat dari perkara yang tidak diingini.

Dan mereka (yang diredhai Allah itu ialah) yang tekun mengerjakan ibadat kepada Tuhan mereka pada malam hari dengan sujud dan berdiri,”


(al-Furqan: 63-64)

* Orang yang bangun dan beribadah di malam hari tidak menyombongkan diri.

Allah s.w.t. berfirman maksudnya:

“Sesungguhnya yang sebenar-benar beriman kepada ayat-ayat keterangan Kami hanyalah orang-orang yang apabila diberi peringatan dan pengajaran dengan ayat-ayat itu, mereka segera merebahkan diri sambil sujud (menandakan taat patuh), dan menggerakkan lidah dengan bertasbih serta memuji Tuhan mereka, dan mereka pula tidak bersikap sombong takbur.

Mereka merenggangkan diri dari tempat tidur, (sedikit sangat tidur, kerana mengerjakan sembahyang tahajjud dan amal-amal salih) mereka sentiasa berdoa kepada Tuhan mereka dengan perasaan takut (akan kemurkaanNya) serta dengan perasaan ingin memperolehi lagi (keredhaanNya) dan mereka selalu pula mendermakan sebahagian dari apa yang Kami beri kepada mereka.

Maka tidak ada seseorang pun yang mengetahui satu persatu persediaan yang telah dirahsiakan untuk mereka (dari segala jenis nikmat) yang amat indah dipandang dan mengembirakan, sebagai balasan bagi amal-amal salih yang mereka telah kerjakan.”


(As-Sajadah: 15-17)

* Memperoleh keberuntungan dan mendapat rahmat dari Allah.


Firman Allah s.w.t. ertinya:

“(Engkaukah yang lebih baik) atau orang yang taat mengerjakan ibadat pada waktu malam dengan sujud dan berdiri sambil takutkan (azab) hari akhirat serta mengharapkan rahmat Tuhannya?” Katakanlah lagi (kepadanya): “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang-orang yang dapat mengambil pelajaran dan peringatan hanyalah orang-orang yang berakal sempurna.”


(Az-Zumar: 9)

* Suka berkorban dan membantu orang-orang miskin.


Firman Allah s.w.t. ertinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa adalah ditempatkan di dalam beberapa taman Syurga, dengan mataair-mataair terpancar padanya.

(Keadaan mereka di sana) sentiasa menerima nikmat dan rahmat yang diberikan kepadanya oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka di dunia dahulu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.

Mereka sentiasa mengambil sedikit sahaja: masa dari waktu malam, untuk mereka tidur.

Dan pada waktu akhir malam (sebelum fajar) pula, mereka selalu beristighfar kepada Allah (memohon ampun).

Dan pada harta-harta mereka, (ada pula bahagian yang mereka tentukan menjadi) hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang menahan diri (daripada meminta).”


(As-Dzariyat: 15-19)

* Mempunyai sifat kesabaran.


Firman Allah s.w.t. maksudnya:

“Oleh itu bersabarlah (wahai Muhammad) akan apa yang dikatakan oleh mereka (yang menentangmu itu), dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu (terutama) sebelum terbit matahari dan sebelum matahari terbenam.

Serta bertasbihlah kepadaNya pada malam hari dan sesudah mengerjakan sembahyang.”

(Qaaf: 39-40)

* Tabah dalam menunggu ketetapan dari Allah
.

Firman Allah s.w.t. ertinya:

“Dan (dengan yang demikian) bersabarlah (wahai Muhammad) menerima hukum Tuhanmu (memberi tempoh kepada mereka), kerana sesungguhnya engkau tetap terselamat dalam pemeliharaan serta pengawasan Kami dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu semasa engkau bangun.

Dan juga hendaklah engkau bertasbih kepadaNya pada waktu malam, dan ketika bintang-bintang tenggelam (pada waktu subuh).”


(Ath-Thur: 48-49)

* Bangun di waktu malam untuk beribadah lebih berkesan dan khusyuk.


Firman Allah s.w.t. maksudnya:

“Wahai orang yang berselimut!

Bangunlah sembahyang Tahajjud pada waktu malam, selain dari sedikit masa (yang tak dapat tidak untuk berehat),

Iaitu separuh dari waktu malam, atau kurangkan sedikit dari separuh itu,

Ataupun lebihkan (sedikit) daripadanya dan bacalah Al-Quran dengan “Tartiil”.

(Sayugialah engkau dan pengikut-pengikutmu membiasakan diri masing-masing dengan ibadat yang berat kepada hawa nafsu, kerana) sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu wahi (Al-Quran yang mengandungi perintah-perintah) yang berat (kepada orang-orang yang tidak bersedia menyempurnakannya).

Sebenarnya sembahyang dan ibadat malam lebih kuat kesannya (kepada jiwa), dan lebih tetap betul bacaannya.

(Kami galakkan engkau dan umatmu beribadat pada waktu malam), kerana sesungguhnya engkau pada siang hari mempunyai urusan-urusan yang panjang kira bicaranya.

Dan sebutlah (dengan lidah dan hati) akan nama Tuhanmu (terus menerusi siang dan malam), serta tumpukanlah (amal ibadatmu) kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.

Dialah Tuhan yang menguasai timur dan barat tiada Tuhan melainkan Dia maka jadikanlah Dia Penjaga yang menyempurnakan urusanmu.”


(Al-Muzammil: 1-6)

* Bersabar dalam menjalan perintah Allah.


Firman Allah s.w.t. ertinya:

“Oleh itu hendaklah engkau bersabar menerima hukum Tuhanmu (memberi tempoh kepada golongan yang menentangmu), dan janganlah engkau menurut kehendak orang yang berdosa di antara mereka, atau orang yang kufur ingkar.

Dan sebutlah dengan lidah atau dengan hati akan nama Tuhanmu (di dalam dan di luar sembahyang), pada waktu pagi dan petang.

Dan (dengan apa keadaan pun, maka) pada sebahagian dari waktu malam sujudlah kepada Tuhan (dengan mengerjakan sembahyang), dan (seboleh-bolehnya) bertasbihlah memujiNya (dengan mengerjakan sembahyang Tahajjud), pada sebahagian yang panjang dari waktu malam.”


(Al-Insaan: 24-26)



2. Menurut hadis Rasulullah s.a.w.

Dalam hadis-hadis Rasulullah banyak menjelaskan betapa besarnya nilai dan pahala bagi orang-orang yang suka bangun di waktu malam kemudian melaksanakan ibadah kepada Allah. Kerana malam adalah merupakan masa yang tenang dan damai, jauh dari gangguan pendengaran, penglihatan dan pengaruh-pengaruh yang lain. Sehingga seseorang dapat dengan khusyuk dalam menyampaikan permintaan atau hajatnya kepada Allah s.w.t.

Beberapa kelebihan bangun malam telah diungkapkan dalam hadis-hadis Baginda iaitu:

* Allah akan mengabulkan segala permintaan hamba-Nya.


Sabda Rasulullah s.a.w. maksudnya:

Daripada Abu Hurairah r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Pada setiap malam di sepertiga terakhir pada bahagian malam, Allah turun ke langit dunia, dan berseru: “Siapa yang memanggil-Ku, maka Aku pun akan menyambutnya. Siapa yang memohon kepada-Ku, Akupun mengabulkannya. Dan siapa yang memohon ampun, maka Aku pun mengampuninya.”

(HR Bukhari, Malik, Muslim dan Tarmizi)

* Menambahkan dekatnya diri antara hamba dengan Allah.

Sabda Rasulullah s.a.w. ertinya:

“Sesungguhnya sedekat-dekatnya seorang hamba pada Tuhannya adalah di waktu tengah malam. Oleh sebab itu, jika kamu dapat menjadikan dirimu termasuk orang-orang yang berzikir kepada-Nya, maka kerjakanlah.”

(HR Abu Daud dan Tarmizi)

Dalam riwayat Muslim disebutkan, bahawa Allah menangguhkan hingga berakhirnya sepertiga pertama dari malam. Dan Allah turun ke langit dunia kemudian berfirman: “Aku adalah Tuhan, siapakah yang memanggil-Ku.”

* Penangkal segala penyakit yang berasal dari tubuh.

Sabda Rasulullah s.a.w. ertinya:

“Hendaklah kamu semua rajin bangun malam (bertahajjud). Sebab hal itu telah menjadi kebiasaan para solihin sebelummu. Dan yang menyebabkan kamu dekat dengan Allah. Di samping itu dosa-dosa kamu dihapuskan-Nya, sekaligus penangkal segala penyakit yang berasal dari tubuh.”

(HR Tarmizi)

* Mendidik jiwa untuk bersyukur.

Sabda Rasulullah s.a.w. ertinya:

“Daripada Mughirah bin Syukbah r.a. ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah beribadah di malam hari hingga kedua kakinya bengkak.” Lalu sahabat bertanya: “Mengapa engkau lakukan ini wahai Rasulullah, bukankah dosa-dosa yang telah lalu dan yang akan datang telah diampuni oleh Allah s.w.t.?” Baginda menjawab: “Tidak layakkah jika aku menjadi seorang hamba yang mensyukuri nikmat Allah.?


(HR Ima ahli kecuali Abu Daud)

* Orang yang sukar bangun malam untuk tahajjud bersahabat dengan syaitan.


Sabda Rasulullah s.a.w. ertinya:

“Daripada Ibnu Mas’ud r.a. ia berkata: “Pernah diceritakan seorang sahabat kepada Rasulullah s.a.w., bahawa ada seseorang yang sepanjang malam tertidur lena, tidak pernah bangun sedikitpun untuk solat. Rasulullah menjawab: “Telinga orang itu telah di kencing oleh syaitan.”


(HR Bukhari, Muslim dan Nasa’ie)

* Tahajjud mempunyai kebaikan yang tinggi.


Sabda Rasulullah s.a.w. ertinya:

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: Sebaik-baik solat setelah solat fardhu iaitu solat tahajjud.”

(HR Muslim)

* Tidak pelupa dan suka bersedekah.

Solat tahajjud mempunyai kelebihan menjadikan seseorang tidak pelupa, suka beribadah dan suka bersedekah. Sabda Rasulullah s.a.w. ertinya:

“Daripada Abdullah bin Amr bin Ash r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: “Barangsiapa solat malam dengan membaca sepuluh ayat al-Quran, maka tidaklah ia akan dicatat sebagai orang-orang yang lupa. Barangsiapa yang solat malam dengan membaca seratus ayat al-Quran, maka ia dicatat sebagai kaum Qanitin iaitu orang yang gemar beribadah. Barangsiapa yang solat malam dengan membaca seribu ayat al-Quran, maka dicatat sebagai kaum muqantirin iaitu orang kaya yang suka bersedekah.”

(HR Abu Daud)

Demikianlah Rasulullah s.a.w. telah menerangkan betapa penting dan tingginya pahala bagi orang-orang yang bangun di waktu malam, kemudian mengerjakan solat tahajjud dan berdoa kepada Allah s.w.t.. Pernah Rasulullah ditanya oleh para sahabat: “Amalan apakah yang paling afdal ya Rasulullah?” Baginda bersabda: “Seafdal-afdal amalan iaitu berdiri lama dalam solat malam.”

(HR Abu Daud)

Diriwayatkan oleh Aisyah r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. solat malam sebanyak sepuluh rakaat, di tambah satu rakaat solat witir dan dua rakaat solat sunat fajar. Semuanya tiga belas rakaat.”


(HR Muslim)

Tuesday, December 15, 2009

Tokoh Islam

ABBAS berkata: "Suatu hari, datang Sa’ad bin Assulami kepada Rasulullah
dan berkata: "Ya Rasulullah, apakah akan terhalang seseorang itu masuk
syurga disebabkan mukanya yang hitam dan hodoh?" Lalu Rasulullah
bersabda: "Tidak, demi Allah yang jiwa aku di tangannya selama kamu
yakin kepada Tuhan kamu dan ajaran Rasul-Nya."

Maka Sa’ad
berkata: "Ya Rasulullah, demi Allah yang memuliakan kamu dengan
kenabian. Saya mengucapkan kalimah syahadat kira-kira lapan bulan lalu
dan saya datang ke sini untuk meminang orang yang ada di sini, tetapi
semua mereka menolak kerana mengatakan saya ini hitam dan hodoh".

Sa’ad
berkata lagi: "Ya Rasulullah, sebenarnya saya adalah daripada keturunan
yang baik iaitu suku Bani Sulaim, hodohnya saya adalah daripada
keturunan ibu saya."

Kemudian Rasulullah bertanya kepada yang
hadir: "Adakah Amru bin Wahab yang baru masuk Islam daripada suku
Tsaqief berada di sini?"

Maka yang hadir berkata: "Tidak ya Rasulullah."

Lalu Rasulullah bertanya kepada Sa’ad: "Adakah kamu mengetahui di mana rumahnya?"

Sa’ad berkata: "Ya, saya tahu di mana rumahnya, ya Rasulullah."

Rasulullah
berkata: "Pergilah kamu ketuk rumahnya perlahan-lahan kemudian kamu
beri salam kepadanya. Apabila dia mengizinkan kamu masuk, maka katakan
kepadanya bahawa Rasulullah mengahwinkan aku dengan puterinya."

Amru mempunyai seorang puteri yang cantik dan cerdik iaitu Atiqah.

Sa’ad meminang puteri Amru

Selepas
Sa’ad tiba di rumah Amru, dia disambut dengan baik walaupun Amru tidak
berapa senang dengan kedatangannya disebabkan mukanya yang hitam dan
hodoh.

Amru semakin tidak senang apabila Sa’ad menyampaikan kata-kata
Rasulullah. Dia menolaknya dengan cara kasar hingga menyebabkan Sa’ad
keluar dan terus bertemu Rasulullah.

Selepas Sa’ad pergi, maka
puterinya berkata: "Wahai ayah, carilah selamat sebelum turunnya wahyu
membuka perbuatan kamu. Jika benar Rasulullah mengahwinkan aku dengan
orang itu, maka aku terima dengan hati terbuka dan rela atas apa yang
diredakan oleh Allah dan Rasul-Nya untukku."

Maka pergilah Amru
ke majlis Rasulullah dan dia ditegur oleh orang yang berada di situ:
"Jadi kamulah orang yang menolak pinangan Rasulullah?"

Amru
berkata: "Ya benar, tetapi aku minta ampun kepada Allah kerana aku
sangka dia berdusta. Apabila aku dapati dia benar maka aku terima dia
dan sedia mengahwinkan dia dengan puteriku. Kami berlindung jangan
sampai Allah dan Rasul-Nya menjadi murka."

Selepas itu, Sa’ad
pun dikahwinkan dengan mahar sebanyak 400 dirham. Rasulullah
memberitahu khabar itu kepadanya dan menyuruhnya pergi kepada isterinya.


Kesempitan wang untuk berkahwin

Lalu
Sa’ad berkata: "Ya Rasulullah, demi Allah yang mengutuskan kamu sebagai
nabi, saya sesungguhnya tidak ada wang dan saya terpaksa minta daripada
saudara saya."

Rasulullah berkata: "Mahar untuk isteri kamu
ditanggung oleh tiga orang daripada kaum mukminin. Pergilah kamu kepada
Usman bin Affan dan kamu akan terima sebanyak 200 dirham. Kemudian kamu
pergi kepada Abdurrahman bin Auf, kamu akan mendapat 200 dirham dan
kamu pergi kepada Ali bin Abi Talib, juga sebanyak 200 dirham."

Maka
Sa’ad pun pergi ke rumah Usman dan menerima lebih daripada yang disebut
Rasulullah, kemudian kepada Abdurrahman, dia menerima lebih daripada
200 dirham dan akhir sekali ke rumah Ali, juga menerima lebih 200
dirham.

Panggilan Jihad

Sebaik
saja Sa’ad mendapat wang itu, dia pergi ke pasar untuk membeli buah
tangan untuk isterinya, tetapi tiba-tiba dia mendengar suara yang
mengatakan: "Hai kuda Allah, bergeraklah kamu!


Kemudian Sa’ad mendengar suara Rasulullah berkata: "Keluarlah kamu untuk berjihad! keluarlah untuk berjihad!"

Maka
Sa’ad memandang ke langit sambil berdoa: "Ya Allah, Tuhan Pencipta
langit dan bumi, Tuhan kepada Muhammad maka akan aku gunakan wang ini
untuk membeli sesuatu yang lebih disukai Allah dan Rasul."

Sa’ad
menggunakan wang itu untuk membeli kuda, pedang, tombak dan perisai
lalu dia menguatkan ikatan serban serta pinggangnya. Dia memakai topi
yang cuma kelihatan dua biji mata saja lalu dia berdiri tegak di
barisan depan Muhajirin hingga semua orang bertanya kepada Ali.

Maka
Ali berkata: "Biarkan, mungkin dia dari Bahrain atau dari Syam dan
mungkin dia datang untuk menanyakan agama sebab itu dia ingin
mengorbankan diri untuk keselamatan kamu."

Kemudian Sa’ad maju ke depan dengan menggunakan tombak dan pedangnya untuk memukul serta memenggal kepala orang kafir.

Sa’ad
berjuang hingga kudanya sendiri tidak kuat lagi, maka dia pun turun
daripada kudanya, dia menyinsing lengannya maka dilihat oleh Rasulullah
lengannya yang hitam, lalu Rasulullah berkata: "Adakah kamu Sa’ad?"

Maka Sa’ad mengaku dan terus menghadapi musuh. Akhirnya beliau gugur sebagai syahid.

Sebaik saja Sa’ad gugur, Rasulullah segera mendapatkannya lalu
mengangkat kepalanya dan diletakkan di atas pangkuan Baginda sambil
mengusap tanah yang melekat di mukanya.
Baginda bersabda: "Alangkah harum bau kamu, alangkah kasihnya Allah dan Rasul kepada kamu." Rasulullah
menangis dan kemudian tertawa, lalu Baginda memalingkan mukanya serta
bersabda: "Kini dia sudah sampai di Haudh, demi Tuhan yang mempunyai
Kaabah."
Selepas Rasulullah berkata demikian maka Abu Lubabah bertanya: "Ya Rasulullah, apakah Haudh itu?" Maka
Rasulullah pun menerangkan: "Haudh itu ialah telaga yang diberikan
Allah kepadaku dan lebarnya ialah di antara Shan’aa Yaman hingga Busra,
di tepi telaga dihiasi permata dan mutiara, airnya lebih putih daripada
susu dan rasanya lebih manis daripada madu, barang siapa yang minum
sekali, maka dia tidak akan haus untuk selama-lamanya. "
Kemudian
Rasulullah ditanya lagi: "Ya Rasulullah, mengapakah engkau menangis dan
kemudian ketawa dan terus berpaling muka daripadanya? "
Lalu
Rasulullah bersabda: "Aku menangis kerana rindu kepada Sa’ad dan aku
tertawa kerana gembira melihat kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya.
Aku
berpaling daripadanya sebab aku melihat bakal isterinya yang terdiri
daripada bidadari berebut-rebut untuk mendekatinya hingga terbuka betis
mereka, maka aku pun memalingkan segera mukaku kerana malu."
Kemudian
Rasulullah pun menyuruh orang mengumpulkan pedang, tombak dan kuda
Sa’ad untuk diserahkan kepada bakal isterinya yang sudah diakad nikah.


Selepas
itu, Rasulullah memberitahu Amru (mentua Sa’ad), "Sesungguhnya Allah
mengahwinkan Sa’ad dengan bidadari yang lebih cantik daripada puteri
kamu."

Husnuzon

Cara Bersangka Baik
Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahawa dia lebih baik darimu. Ucapkan dalam hatimu :
"Mungkin kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku".

Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah (dalam hatimu) :
"Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepadaNya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku".

Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (dalam hatimu):
"Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku."
Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah (dalam hatimu):
"Orang ini memperoleh kurnia yang tidak akan kuperolehi, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku."

Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah (dalam hatimu) :
"Orang ini bermaksiat kepada Allah kerana dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepadaNya padahal aku mengetahui akibatnya.
Dan aku
tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku."

Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah (dalam
hatimu) :
"Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, mungkin di akhir usianya dia memeluk Islam dan beramal soleh. Dan mungkin boleh jadi di akhir usia diriku kufur dan berbuat buruk.

moga-moga kita mampu mengislah diri kita bersama dengan kalamislah dan ingatlah satu kata-kata seorang ulama'Indonesia KH, Gymnastiar"kita mestilah mengimprovekan diri kita better and better and better"dan antara cara untuk meningkatkan kualiti diri ialah dengan cara selalu bersangka baik

Kata

Siapa Beriman Dengan Allah dan Hari Akhirat hendaklah Berkata Baik atau diam

Dalam entry kali ini ana ingin bermuzakarah atau menarik perhatian tentang 5 perkara yang sepatut dan tidak sepatutnya dipanculkan oleh mulut moga entry kali ini
memberi kesedaran kepada kita trmasuk diri ana sepanjang menjalani hidup ini.Hujjahtul Islam menakalkan benda yang paling tajam di dunia ini adalah lidah dan ana pasti lidah tidak dapat dipisahkan dari mulut...
Nabi Muhammad saw pernah mengingatkan umat-umatnya tentang lima perkara berkaitan dengan mulut dan lidah yang perlu dititikberatkan oleh umatnya
:


1. Perbanyakkan menyebut Allah daripada menyebut makhluk. Sudah menjadi kebiasaan bagi kita menyebut atau memuji-muji orang yang berbuat baik kepada kita sehingga kadang-kadang kita terlupa hakikat bahawa terlampau banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Lantaran itu, kita terlupa memuji dan menyebut-nyebut nama Allah. Makhluk yang berbuat baik sedikit kita puji habisan tapi nikmat yang terlalu banyak Allah berikan kita langsung tak ingat. Sebaik-baiknya elok dibasahi lidah kita dengan memuji Allah setiap ketika, bukan ucapan Al-hamdulillah hanya apabila sudah kekenyangan hingga sedawa. Pujian begini hanya di lidah saja tak menyelera hingga ke hati.

2. Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut urusan dunia. Dunia terlalu sedikit dibandingkan dengan akhirat. 1000 tahun di dunia setimpal dengan ukuran masa sehari di akhirat. Betapa kecilnya nisbah umur di dunia ini berbanding akhirat. Nikmat dunia juga 1/100 daripada nikmat akhirat. Begitu juga seksa dan kepayahan hidup di dunia hanya 1/100 daripada akhirat. Hanya orang yang senteng fikiran sibuk memikirkan Wawasan Dunia (WD) hingga terlupa Wawasan Akhirat (WA). Manusia yang paling cerdik ialah mereka yang sibuk merancang Wawasan Akhiratnya. Saham Amanah Dunia (SAD) tak penting, tapi yang paling penting ialah Saham Amanah Akhirat (SAA) yang tak pernah rugi dan merudum malahan sentiasa naik berlipat kali ganda. Oleh itu perbanyakkanlah menyebut-nyebut perihal akhirat supaya timbul keghairahan menanam dan melabur saham akhirat.

3. Perbanyakkan menyebut dan mengingat hal-hal kematian daripada hal-hal kehidupan. Kita sering memikirkan bekalan hidup ketika tua dan bersara tapi jarang memikirkan bekalan hidup semasa mati. Memikirkan mati adalah sunat kerana dengan berbuat demikian kita akan menginsafi diri dan kekurangan amalan yang perlu dibawa ke sana. Perjalanan yang jauh ke akhirat sudah tentu memerlukan bekalan yang amat banyak. Bekalan itu hendaklah dikumpulkan semasa hidup di dunia ini. Dunia ibarat kebun akhirat.
Kalau tak usahakan kebun dunia ini masakan dapat mengutip hasilnya di akhirat? Dalam hubungan ini eloklah sikap Saidina Alli dicontohi. Meskipun sudah terjamin akan syurga, Saidina Ali masih mengeluh dengan hebat sekali tentang kurangnya amalan untuk dibawa ke akhirat yang jauh perjalanannya. Betapa pula dengan diri kita yang kerdil dan bergelumang dengan dosa?

4. Jangan menyebut-nyebut kebaikan diri dan keluarga. Syaitan memang sentiasa hendak memerangkap diri kita dengan menyuruh atau membisikkan kepada diri kita supaya sentiasa mengingat atau menyebut-nyebut tentang kebaikan yang kita lakukan sama ada kepada diri sendiri, keluarga atau masyarakat amnya. Satu kebaikan yang kita buat, kita sebut-sebut selalu macam rasmi ayam 'bertelur sebiji riuh sekampung'. Kita terlupa bahawa dengan menyebut dan mengingat kebaikan kita itu sudah menimbulkan satu penyakit hati iaitu ujub. Penyakit ujub ini ibarat api dalam sekam boleh merosakkan pahala kebajikan yang kita buat. Lebih dahsyat lagi jika menimbulkan ria' atau bangga diri yang mana Allah telah memberi amaran sesiapa yang memakai sifatNya (ria') tidak akan mencium bau syurga. Ria' adalah satu unsur dari syirik (khafi).
Oleh itu eloklah kita berhati-hati supaya menghindarkan diri daripada mengingat kebaikan diri kita kepada orang lain. Kita perlu sedar bahawa perbuatan buat baik yang ada pada diri kita itu sebenarnya datang dari Allah. Allah yang menyuruh kita buat baik. Jadi kita patut bersyukur kepada Allah kerana menjadikan kita orang baik, bukannya mendabik dada mengatakan kita orang baik. Kita terlupa kepda Allah yang mengurniakan kebaikan itu.

5. Jangan sebut-sebut dan nampak-nampakkan keaiban atau keburukan diri orang lain. Kegelapan hati ditokok dengan rangsangan syaitan selalu menyebabkan diri kita menyebut-nyebut kesalahan dan kekurangan orang lain. Kita terdorong melihat keaiban orang sehingga terlupa melihat keaiban dan kekurangan diri kita sendiri. Bak kata orang tua-tua 'kuman seberang lautan nampak, tapi gajah di depan mata tak kelihatan'. Islam menuntut kita melihat kekurangan diri supaya dengan cara itu kita dapat memperbaiki kekurangan diri kita. Menuding jari mengatakan orang lain tak betul sebenarnya memberikan isyarat bahawa diri kita sendiri tidak betul. Ibarat menunjuk jari telunjuk kepada orang; satu jari arah ke orang itu tapi 4 lagi jari menuding ke arah diri kita. Bermakna bukan orang itu yang buruk, malahan diri kita lebih buruk daripadanya. Oleh sebab itu, biasakan diri kita melihat keburukan diri kita bukannya keburukan orang lain.
Jangan menjaga tepi kain orang sedangkan tepi kain kita koyak rabak. Dalam Islam ada digariskan sikap positif yang perlu dihayati dalam hubungan sesama manusia iaitu lihatlah satu kebaikan yang ada pada diri seseorang, meskipun ada banyak kejahatan yang ada pada dirinya. Apabila melihat diri kita pula, lihatkan kejahatan yang ada pada diri kita walaupun kita pernah berbuat baik. Hanya dengan cara ini kita terselamat dari bisikan syaitan yang memang sentiasa mengatur perangkap untuk menjerumuskan kita ke dalam api neraka.

Demikian muzakarah yang tak seberapa. Semoga 5 perkara yang disebutkan di atas dapat kita hayati dan kita terapkan dalam kehidupan kita seharian.dan semoga kita terselamat dari kemurkaan Allah semasa di dunia hingga ke akhirat. Amin...
Jadi renung-renungkan..Siapakah kita di dunia ini???